SELAMAT DATANG DI BLOG SEDERHANA INI
Tampilkan postingan dengan label MASJID. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MASJID. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Mei 2015

MASJID KUBAH EMAS DI DUNIA

Masjid Dian Al-Mahri di Depok, Jawa Barat saat ini menjadi salah satu tujuan wisata populer di Indonesia. Hal ini tak lain karena kubahnya yang berkilauan dilapisi emas. Tapi ternyata masjid kubah emas tidak hanya ada di Depok. Namun tahukah anda? setidaknya ada 5 masjid kubah emas di seluruh dunia. Tak hanya terlihat mewah karena adanya kubah yang dilapis emas, tapi masjid- masjid ini juga mempunyai keunikan tersendiri. Masjid apa saja kah itu? Simak daftar masjid kubah emas dari seluruh dunia berikut..

1. Masjid Dian Al Mahri, Depok, Indonesia
MASJID KUBAH EMAS DIAN AL-MAHRI DEPOK
Masjid Dian Al Mahri dikenal juga dengan nama Masjid Kubah Emas adalah sebuah masjid yang dibangun di tepi jalan Raya Meruyung, Limo, Depok di Kecamatan Limo, Depok. Masjid ini selain sebagai menjadi tempat ibadah salat bagi umat muslim sehari-hari, kompleks masjid ini juga menjadi kawasan wisata keluarga dan menarik perhatian banyak orang karena kubah-kubahnya yang dibuat dari emas. Selain itu karena luasnya area yang ada dan bebas diakses untuk umum, sehingga tempat ini sering menjadi tujuan liburan keluarga atau hanya sekedar dijadikan tempat beristirahat.
Masjid ini dibangun oleh Hj. Dian Djuriah Maimun Al Rasyid, pengusaha asal Banten, yang telah membeli tanah ini sejak tahun 1996. Masjid ini mulai dibangun sejak tahun 2001 dan selesai sekitar akhir tahun 2006. Masjid ini dibuka untuk umum pada tanggal 31 Desember 2006, bertepatan dengan Idul Adha yang kedua kalinya pada tahun itu. Dengan luas kawasan 50 hektare, bangunan masjid ini menempati luas area sebesar 60 x 120 meter atau sekitar 8000 meter persegi. Masjid ini sendiri dapat menampung sekitar kurang lebih 20.000 jamaah. Kawasan masjid ini sering disebut sebagai kawasan masjid termegah di Asia Tenggara.
Masjid Dian Al Mahri memiliki 5 kubah. Satu kubah utama dan 4 kubah kecil. Uniknya, seluruh kubah dilapisi emas setebal 2 sampai 3 milimeter dan mozaik kristal. Bentuk kubah utama menyerupai kubah Taj Mahal. Kubah tersebut memiliki diameter bawah 16 meter, diameter tengah 20 meter, dan tinggi 25 meter. Sementara 4 kubah kecil memiliki diameter bawah 6 meter, tengah 7 meter, dan tinggi 8 meter. Selain itu di dalam masjid ini terdapat lampu gantung yang didatangkan langsung dari Italia seberat 8 ton.Selain itu, relief hiasan di atas tempat imam juga terbuat dari emas 18 karat. Begitu juga pagar di lantai dua dan hiasan kaligrafi di langit-langit masjid. Sedangkan mahkota pilar masjid yang berjumlah 168 buah berlapis bahan prado atau sisa emas.
Secara umum, arsitektur masjid mengikuti tipologi arsitektur masjid di Timur Tengah dengan ciri kubah, minaret (menara), halaman dalam (plaza), dan penggunaan detail atau hiasan dekoratif dengan elemen geometris dan obelisk, untuk memperkuat ciri keislaman para arsitekturnya. Ciri lainnya adalah gerbang masuk berupa portal dan hiasan geometris serta obelisk sebagai ornamen.
Halaman dalam berukuran 45 x 57 meter dan mampu menampung 8.000 jemaah. Enam menara (minaret) berbentuk segi enam atau heksagonal, yang melambangkan rukun iman, menjulang setinggi 40 meter. Keenam menara itu dibalut batu granit abu-abu yang diimpor dari Italia dengan ornamen melingkar. Pada puncaknya terdapat kubah berlapis mozaik emas 24 karat. Sedangkan kubahnya mengacu pada bentuk kubah yang banyak digunakan masjid-masjid di Persia dan India. Lima kubah melambangkan rukun Islam, seluruhnya dibalut mozaik berlapis emas 24 karat yang materialnya diimpor dari Italia.
Pada bagian interiornya, masjid ini menghadirkan pilar-pilar kokoh yang menjulang tinggi guna menciptakan skala ruang yang agung. Ruang masjid didominasi warna monokrom dengan unsur utama warna krem, untuk memberi karakter ruang yang tenang dan hangat. Materialnya terbuat dari bahan marmer yang diimpor dari Turki dan Italia. Di tengah ruang, tergantung lampu yang terbuat dari kuningan berlapis emas seberat 2,7 ton, yang pengerjaannya digarap ahli dari Italia. (Wikipedia)

2. Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin, Brunei Darussalam
MASJID SULTAN OMAR ALI SAIFUDDIN BRUNEI
Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin adalah masjid kerajaan Kesultanan Brunei yang terletak di Bandar Seri Begawan, ibu kota Brunei Darussalam. Masjid ini adalah salah satu masjid paling mengagumkan di Asia Pasifik, serta menjadi markah tanah dan daya tarik wisata utama di Brunei.
Masjid ini dinamai berdasarkan Omar Ali Saifuddien III, Sultan Brunei ke-28. Masjid yang mendominasi pemandangan kota Bandar Seri Begawan ini melambangkan kemegahan dan kejayaan Islam yang menjadi agama mayoritas dan agama resmi Brunei Darussalam. Bangunan ini rampung pada tahun 1958 dan merupakan contoh Arsitektur Islam modern.
Arsitektur masjid ini memadukan Arsitektur Mughal dengan gaya Italia. Bangunan ini dirancang oleh biro arsitekur Booty and Edwards Chartered berdasarkan rancangan karya arsitek berkebangsaan Italia Cavaliere Rudolfo Nolli, yang telah lama bekerja di teluk Siam.
Masjid ini dibangun diatas laguna atau kolam buatan di tepi sungai Brunei di Kampong Ayer, “kampung yang terletak di atas air”. Masjid ini memiliki menara marmer dengan kubah emas, dilengkapi taman yang permai dan air mancur. Taman indah yang mengelilingi masjid melambangkan taman surgawi dalam kepercayaan Islam. Sebuah jembatan membentang di tengah laguna menuju Kampong Ayer di tengah sungai. Sebuah jembatan marmer lainnya menuju ke bangunan yang merupakan replika Perahu Mahligai Kerajaan milik Sultan Bolkiah yang memerintah pada abad ke-16. Bangunan ini dibangun untuk memperingati 1.400 tahun Nuzul Al-Quran, dan dimeriahkan diselesaikan pada tahun 1967 dan digunakan sebagai panggung Musabaqah Tilawatil Quran (lomba pembacaan Al-Quran) di Brunei.
Ciri khas yang paling mengagumkan dari Masjid ini adalah kubahnya yang dilapisi emas murni. Masjid ini menjulang setinggi 52 meter (171 kaki) dan dapat dipandang dari setiap sudut kota Bandar Seri Begawan. Menara masjid merupakan bagian tertinggi dari masjid ini. Masjid ini memadukan secara unik unsur Renaissans arsitektur Italia dengan nuansa yang bernilai Islami. Di dalam menara masjid terdapat lift di mana pengunjung dapat naik ke puncak menara dan menikmati pemandangan panorama kota dari ketinggian.
Bagian dalam ruangan masjid khusus untuk ibadah salat bagi umat muslim. Terdapat jendela kaca patri beraneka warna yang mengagumkan, pelengkung, separuh kubah, dan pilar-pilar marmer. Hampir seluruh bahan bangunan masjid ini diimpor dari luar negeri yaitu: Marmer dari Italia, batu granit dari Shanghai China, lampu kristal dari Inggris, serta karpet dari Arab Saudi.(Wikipedia)

3. Masjid Sultan, Singapura
MASJID SULTAN SINGAPURA
Masjid Sultan di Kampung Glam, Singapura merupakan masjid pertama yang dibangun di republik itu. Hingga kini, masjid bersejarah itu masih menjadi daya tarik utama bagi wiaatawan asing yang datang ke Singapura.
Struktur awal masjid ini dibangun sekitar 1826 oleh masyarakat Jawa yang kebanyakan pedagang awal di Singapura, yang menjalankan aktivitas perdagangan dengan masyarakat Arab, Boyan dan Bugis sebelum kedatangan saudagar Tionghoa. Bangunan masjid itu menjadi tempat tinggal atau kawasan permukiman awal beberapa etnik masyarakat Indonesia.
Kemudian pada 1920-an ia dibangun kembali seperti sekarang. Dan kini ia telah direnovasi dan ditetapkan sebagai produk pariwisata Singapura. Nama asli jalan-jalan berdekatan masjid tersebut seperti Kandahar Street, Baghdad Street, Arab Street dan Bussorah Street masih diabadikan.
Pada tahun 1900an Singapura sudah menjadi pusat perdagangan Islam, Masjid Sultan kemudian sudah tak mampu lagi menampung jemaah yang terus berkembang pesat. Pada tahun 1924, memperingati seratus tahun berdirinya masjid tersebut. Pengurus masjid atau trustees menyetujui sebuah rencana untuk mendirikan masjid baru yang lebih besar menggantikan bangunan masjid lama di lokasi yang sama.
Arsitek Denis Santry dari Swan and Maclaren yang merancang masjid baru tersebut untuk dibangun di atas lahan masjid lama dan lahan tambahan dari keluarga kerajaan. Seluruh pembiayaan juga di tanggung keluarga Sultan denga kontribusi dari komunitas muslim Singapura kala itu termasuk sumbangan botol kaca hijau hijau dari kaum miskin ketika itu. botol botol yang kemudian di jadikan ornamen bawah kubah masjid. Arsitek Denis Santry mengadopsi gaya Sarasenik atau gaya Gotik Mughal lengkap dengan menara menggantikan masjid lama yang berarsitektur Indonesia pada masjid sebelumnya. Pembangunan masjid baru tersebut selesai dikerjakan tahun 1928. Perbaikan dilakukan tahun 1960 untuk memperbaikan ruang utama masjid dan tahun 1993 masjid Sultan Singapura dilengkapi dengan Auditorium dan aula serbaguna.
Hingga kini masjid sultan Singapura masid berdiri kokoh di tempat dimana dia pertama kali didirikan, menjadi salah satu masjid tetua dan terbesar di Singapura dengan daya tampung mencapai 5000 jemaah. Masjid Sultan Singpaura kemudian mendapatkan pengakuan dari pemerintah Republik Singapura para tanggal 14 Maret 1975 sebagai national monument. Dan statusnya pun kini dimiliki dan dikelola oleh Majlis Ugama Islam Singapura (MUIS). (Wikipedia)

4. Masjid Suneri, Lahore, Pakistan
MASJID SUNEHRI LAHORE PAKISTAN

Masjid Sunehri adalah masjid dengan 3 kubah emas yang terletak di kawasan padat penduduk di pusat kota Lahore, Pakistan. Di dalam masjid ini konon terdapat makam yang disepuh emas dan menara tinggi yang dibangun oleh Nawab Syed Bhikari Khan pada 1753.
Masjid ini dibangun pada jaman kerajaan Mughal. Nawab Syed Bhikari Khan sendiri adalah wakil gubernur Lahore ketika masjid ini dibangun. Dengan usia yang hampir 300 tahun, ternyata masjid ini masih terlihat indah dan megah.
5. Masjid Jame’ Asr, Brunei Darussalam
Masjid Jame’ Asr atau dikenal juga dengan masjid Bandar Seri Begawan ini dibangun pada pertengahan tahun 1980 an untuk memperingati 25 tahun kekuasaan Sultan Hassanal Bolkiah. Masjid ini diresmikan pada 14 Juli 1995 bertepatan dengan hari ulang tahun Sultan Hassanal Bolkiah. Bangunan masjid ini terlihat istimewa berkat 29 kubah yang berada diatasnya, yang terdiri dari 2 kubah besar dan 27 kubah kecil yang kesemuanya dilapisi dengan emas 24 karat. Jumlah 29 kubah ini dipilih sebagai tanda bahwa Sultan Hassanal Bolkiah adalah Sultan ke 29 di di Brunei Darussalam. Selain kubah, mihrab dan lampu gantung utama di masjid ini juga dilapisi emas 24 karat. Bangunan yang terletak di tengah taman yang asri ini mempunyai luas hampir 2 hektar lebih.

(Dari Berbagai Sumber)

Selasa, 14 April 2015

TIGA MASJID TERAPUNG DI INDONESIA

Pernah mendengar cerita tantang Masjid Terapung? Sejatinya masjid ini tidaklah benar-benar mengapung di atas air, akan tetapi masjid terapung merupakan masjid yang dibangun diatas air sehingga kelihatan seolah terapung di atas air. Kalau selama ini kita mendengar di Jeddah Arab Saudi atau di Tanjung Bunga Penang Malaysia ada terdapat Masjid Terapung, Ternyata di Negeri yang kita cintai ini juga memiliki masjid terapung. Setidaknya hingga saat ini ada tiga masjid terapung yang terdapat di Indonesia. menariknya ketiga masjid tersebut berada di Indonesia Timur bahkan dua diantaranya ada di Pulau Sulawesi. Jadi klau hanya ingin mengunjungi masjid terapung tak perlu lagi jauh-jauh keluar negeri. berikut tiga masjid terapung di Indonesia dengan keunikannya masing-masing

1. Masjid Terapung Amirul Mukminin Makassar

Terletak  tepat di timur laut Pantai Losari, Makassar, Sulawesi Selatan. Masjid ini dibangun karena gagasan walikota makassar yang ingin memperkaya khasanah landmark Kota Makassar dan wisata religius di kota ini. Walau konsepnya sederhana namun luar biasa, dimana perpaduan antara wisata berupa pemandangan dan aspek religius dikemas menjadi sebuah momen yang indah. Bayangkan di saat Anda sedang menunggu shalat Magrib, sunset menemani anda dengan pemandangan yang indah.atau menikmati keramaian anjungan losari dan cantiknya skyline kota makassar. Mesjid ini diresmikan oleh Ketua Dewan Masjid Indonesia Jusuf Kalla pada 21 Desember 2012. Masjid ini berlantai tiga yang ditopang oleh 164 tiang pancang dengan diameter masjid 45 meter dan mempunyai luas 1.683 meter persegi dilengkapi dengan dua menara menjulang dan mampu menampung sekitar 500 jama'ah.Untuk lantai teras yang berada tepat di bawah kubah banyak digunakan warga untuk melakukan kegiatan rekreasi, semisal melihat sunset di Pantai Losari. Selain itu, masjid ini juga terdapat kubah berdiameter sembilan meter yang dibawahnya pengunjung dapat menggunakannya sebagai tempat bersantai. Pengunjung pun dapat naik ke atas kubah yang melalui dua tangga samping yang mengelilingi masjid.

Lantai paling atas masjid merupakan tempat khusus bagi para pengunjung yang ingin melaksanakan shalat sendiri yang lebih khusuk baik sholat sunnah maupun wajib bagi yang tidak mendapatkan jamaah. Lantai kedua dari masjid dipergunakan khusus untuk jemaah wanita dan lantai bawahnya untuk shalat jemaah pria. Di lantai bawah itu juga terdapat tempat wudhu pria yang berada di sebelah kanan, sementara untuk para wanita berada di sebelah kiri masjid. hingga saat ini masjid ini seolah magnet yang memililik daya tarik tersendiri bagi masyarakat untuk terus berdatangan melihat keindahan Masjid Amirul Mukminin.Pelataran dan dua buah jembatan yang luas menuju masjid bisa menjadi tempat untuk berfoto ria sambil menunggu tenggelamnya matahari (sunset) dengan menikmati makanan khas Makassar berupa Pisang Epek ditemani dengan gemerlapnya lampu kota yang kemudian dilanjutkan dengan menjalankan shalat magrib secara berjamaah.
masyarakat banyak berdatangan melihat keindahan masjid sambil menunggu tenggelamnya matahari (sunset) dengan menikmati makan an khas Makassar, Pisang Epek yang kemudian menjalankan shalat magrib berjamaah. - See more at: http://jarak-dekat.blogspot.com/2014/02/wowdi-makassar-ada-masjid-terapung.html#sthash.76zEEflj.dpuf
masyarakat banyak berdatangan melihat keindahan masjid sambil menunggu tenggelamnya matahari (sunset) dengan menikmati makan an khas Makassar, Pisang Epek yang kemudian menjalankan shalat magrib berjamaah. - See more at: http://jarak-dekat.blogspot.com/2014/02/wowdi-makassar-ada-masjid-terapung.html#sthash.76zEEflj.dpuf
masyarakat banyak berdatangan melihat keindahan masjid sambil menunggu tenggelamnya matahari (sunset) dengan menikmati makan an khas Makassar, Pisang Epek yang kemudian menjalankan shalat magrib berjamaah. - See more at: http://jarak-dekat.blogspot.com/2014/02/wowdi-makassar-ada-masjid-terapung.html#sthash.76zEEflj.dpuf
masyarakat banyak berdatangan melihat keindahan masjid sambil menunggu tenggelamnya matahari (sunset) dengan menikmati makan an khas Makassar, Pisang Epek yang kemudian menjalankan shalat magrib berjamaah. - See more at: http://jarak-dekat.blogspot.com/2014/02/wowdi-makassar-ada-masjid-terapung.html#sthash.76zEEflj.dpuf
masyarakat banyak berdatangan melihat keindahan masjid sambil menunggu tenggelamnya matahari (sunset) dengan menikmati makan an khas Makassar, Pisang Epek yang kemudian menjalankan shalat magrib berjamaah. - See more at: http://jarak-dekat.blogspot.com/2014/02/wowdi-makassar-ada-masjid-terapung.html#sthash.76zEEflj.dpuf

2. Masjid Terapung Arkam Baburrahman Palu
Terletak di Kawasan Teluk Palu, Kampung Lere, Palu Barat Sulawesi Tengah. Masjid ini berdiri sekitar 30 meter dari bibir pantai teluk palu dan mulai dibangun sejak 19 Januari 2011 oleh seorang pengusaha kota palu yang sukses bernama Muhammad Hasan bajamal. Pembangunannya baru selesai sekitar awal tahun 2012 dan di resmikan oleh Gubernur Sulawesi tengah saat itu H. Longki Janggola. Masjid ini dibangun untuk mengenang Dato Karama, salah satu penyebar agama Islam di Kota Palu pada abad ke-17. Luas masjid sekitar 121 meter persegi walaupun tergolong kecil, masjid ini mampu menampung sekitar 150 Jamaah.

Keunikan masjid ini, selain keunikan letaknya yang di atas laut, Pada Malam hari Kubahnya bisa memancarkan cahaya tujuh warna. Tiang-tiang Masjid akan terlihat pada saat air surut. Namun jika air pasang masjid akan terlihat seolah terapung di atas laut. jalan menuju Masjid yang berupa sebuah Jembatan dihiasi dengan lampu sisi kiri dan kananya bisa menjadi tempat favorit pengunjung untuk sekedar berfoto atau menikmati laut teluk palu dan pusat Kota palu dari kejauhan.

3. Masjid Terapung Al Munawar Ternate
Ternyata tidak hanya Makassar dan Palu saja yang punya Masjid Terapung . Di Maluku Utara tepatnya di Kota Ternate juga punya Masjid Terapung Al Munawar yang tidak kalah megahnya. bahkan Masjid ini merupakan masjid terapung yang pertama kali ada di indonesia dan merupakan yang terbesar. Masjid Al Munawar dibangun di atas perairan Pantai Sewiring Gamalama. Masjid Al Munawar ini mulai dibangun pada tahun 2003 dan pertama kali digunakan untuk beribadah pada tahun 2010. Masjid ini bisa menampung jamaah sebanyak 15.000 orang dan menjadikan masjid ini sebagai masjid terbesar di Ternate.

Dari kejauhan, Masjid Al Munawar ini terlihat seperti mengapung di atas lautan dengan latar belakang hijaunya bukit dan Gunung Gamalama yang begitu mempesona. Belum lagi ditambah dengan pemandangan langsung ke Pulau Tidore dan perairan Halmahera. Bukan hanya latar belakang dari masjid ini saja yang sangat indah. Bangunan masjidnya sendiri pun tak kalah indahnya. Masjid ini punya 4 menara yang masing-masing berada di setiap sisi bangunannya. 

Sekedar Tambahan :

Masjid Al-'Alam Kendari 
Pada hari Selasa 17 Agustus 2010 bertepatan dengan HUT Kemerdekaan RI yang ke 65, dipimpin oleh Gubernur Sulawesi Tenggara H. Nur Alam, telah dilakukan pemancangan pembangunan Masjid Terapung  Al Alam di Teluk Kendari Sulawesi Tenggara. masjid tersebut dirancang seluas 12.692 meter persegi dengan 509 tiang pancang dan terdiri dari tiga bangunan yakni bangunan utama, bangunan plaza tertutup dan plaza terbuka. Bangunan utama terdiri dari lantai basemen, lantai satu yang berfungsi sebagai ruang shalat seluas 2.540 meter persegi, dan lantai dua yang juga difungsikan sebagai ruang shalat seluas 1.762 meter persegi. Total luas ruang shalatnya 4.302 meter persegi, diperkirakan dapat menampung 6000 jamaah sekaligus dan diperkirakan akan menghabiskan dana sekitar Rp. 250 Milyar. Namun sayang sekali hingga saat ini Tahun 2015 kabar Kelanjutan Pembangunan Masjid tersebut seolah tenggelam ditelan oleh Teluk Kendari^^. 

(Dari berbagai sumber)