SELAMAT DATANG DI BLOG SEDERHANA INI

Kamis, 28 Mei 2015

MASJID KUBAH EMAS DI DUNIA

Masjid Dian Al-Mahri di Depok, Jawa Barat saat ini menjadi salah satu tujuan wisata populer di Indonesia. Hal ini tak lain karena kubahnya yang berkilauan dilapisi emas. Tapi ternyata masjid kubah emas tidak hanya ada di Depok. Namun tahukah anda? setidaknya ada 5 masjid kubah emas di seluruh dunia. Tak hanya terlihat mewah karena adanya kubah yang dilapis emas, tapi masjid- masjid ini juga mempunyai keunikan tersendiri. Masjid apa saja kah itu? Simak daftar masjid kubah emas dari seluruh dunia berikut..

1. Masjid Dian Al Mahri, Depok, Indonesia
MASJID KUBAH EMAS DIAN AL-MAHRI DEPOK
Masjid Dian Al Mahri dikenal juga dengan nama Masjid Kubah Emas adalah sebuah masjid yang dibangun di tepi jalan Raya Meruyung, Limo, Depok di Kecamatan Limo, Depok. Masjid ini selain sebagai menjadi tempat ibadah salat bagi umat muslim sehari-hari, kompleks masjid ini juga menjadi kawasan wisata keluarga dan menarik perhatian banyak orang karena kubah-kubahnya yang dibuat dari emas. Selain itu karena luasnya area yang ada dan bebas diakses untuk umum, sehingga tempat ini sering menjadi tujuan liburan keluarga atau hanya sekedar dijadikan tempat beristirahat.
Masjid ini dibangun oleh Hj. Dian Djuriah Maimun Al Rasyid, pengusaha asal Banten, yang telah membeli tanah ini sejak tahun 1996. Masjid ini mulai dibangun sejak tahun 2001 dan selesai sekitar akhir tahun 2006. Masjid ini dibuka untuk umum pada tanggal 31 Desember 2006, bertepatan dengan Idul Adha yang kedua kalinya pada tahun itu. Dengan luas kawasan 50 hektare, bangunan masjid ini menempati luas area sebesar 60 x 120 meter atau sekitar 8000 meter persegi. Masjid ini sendiri dapat menampung sekitar kurang lebih 20.000 jamaah. Kawasan masjid ini sering disebut sebagai kawasan masjid termegah di Asia Tenggara.
Masjid Dian Al Mahri memiliki 5 kubah. Satu kubah utama dan 4 kubah kecil. Uniknya, seluruh kubah dilapisi emas setebal 2 sampai 3 milimeter dan mozaik kristal. Bentuk kubah utama menyerupai kubah Taj Mahal. Kubah tersebut memiliki diameter bawah 16 meter, diameter tengah 20 meter, dan tinggi 25 meter. Sementara 4 kubah kecil memiliki diameter bawah 6 meter, tengah 7 meter, dan tinggi 8 meter. Selain itu di dalam masjid ini terdapat lampu gantung yang didatangkan langsung dari Italia seberat 8 ton.Selain itu, relief hiasan di atas tempat imam juga terbuat dari emas 18 karat. Begitu juga pagar di lantai dua dan hiasan kaligrafi di langit-langit masjid. Sedangkan mahkota pilar masjid yang berjumlah 168 buah berlapis bahan prado atau sisa emas.
Secara umum, arsitektur masjid mengikuti tipologi arsitektur masjid di Timur Tengah dengan ciri kubah, minaret (menara), halaman dalam (plaza), dan penggunaan detail atau hiasan dekoratif dengan elemen geometris dan obelisk, untuk memperkuat ciri keislaman para arsitekturnya. Ciri lainnya adalah gerbang masuk berupa portal dan hiasan geometris serta obelisk sebagai ornamen.
Halaman dalam berukuran 45 x 57 meter dan mampu menampung 8.000 jemaah. Enam menara (minaret) berbentuk segi enam atau heksagonal, yang melambangkan rukun iman, menjulang setinggi 40 meter. Keenam menara itu dibalut batu granit abu-abu yang diimpor dari Italia dengan ornamen melingkar. Pada puncaknya terdapat kubah berlapis mozaik emas 24 karat. Sedangkan kubahnya mengacu pada bentuk kubah yang banyak digunakan masjid-masjid di Persia dan India. Lima kubah melambangkan rukun Islam, seluruhnya dibalut mozaik berlapis emas 24 karat yang materialnya diimpor dari Italia.
Pada bagian interiornya, masjid ini menghadirkan pilar-pilar kokoh yang menjulang tinggi guna menciptakan skala ruang yang agung. Ruang masjid didominasi warna monokrom dengan unsur utama warna krem, untuk memberi karakter ruang yang tenang dan hangat. Materialnya terbuat dari bahan marmer yang diimpor dari Turki dan Italia. Di tengah ruang, tergantung lampu yang terbuat dari kuningan berlapis emas seberat 2,7 ton, yang pengerjaannya digarap ahli dari Italia. (Wikipedia)

2. Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin, Brunei Darussalam
MASJID SULTAN OMAR ALI SAIFUDDIN BRUNEI
Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin adalah masjid kerajaan Kesultanan Brunei yang terletak di Bandar Seri Begawan, ibu kota Brunei Darussalam. Masjid ini adalah salah satu masjid paling mengagumkan di Asia Pasifik, serta menjadi markah tanah dan daya tarik wisata utama di Brunei.
Masjid ini dinamai berdasarkan Omar Ali Saifuddien III, Sultan Brunei ke-28. Masjid yang mendominasi pemandangan kota Bandar Seri Begawan ini melambangkan kemegahan dan kejayaan Islam yang menjadi agama mayoritas dan agama resmi Brunei Darussalam. Bangunan ini rampung pada tahun 1958 dan merupakan contoh Arsitektur Islam modern.
Arsitektur masjid ini memadukan Arsitektur Mughal dengan gaya Italia. Bangunan ini dirancang oleh biro arsitekur Booty and Edwards Chartered berdasarkan rancangan karya arsitek berkebangsaan Italia Cavaliere Rudolfo Nolli, yang telah lama bekerja di teluk Siam.
Masjid ini dibangun diatas laguna atau kolam buatan di tepi sungai Brunei di Kampong Ayer, “kampung yang terletak di atas air”. Masjid ini memiliki menara marmer dengan kubah emas, dilengkapi taman yang permai dan air mancur. Taman indah yang mengelilingi masjid melambangkan taman surgawi dalam kepercayaan Islam. Sebuah jembatan membentang di tengah laguna menuju Kampong Ayer di tengah sungai. Sebuah jembatan marmer lainnya menuju ke bangunan yang merupakan replika Perahu Mahligai Kerajaan milik Sultan Bolkiah yang memerintah pada abad ke-16. Bangunan ini dibangun untuk memperingati 1.400 tahun Nuzul Al-Quran, dan dimeriahkan diselesaikan pada tahun 1967 dan digunakan sebagai panggung Musabaqah Tilawatil Quran (lomba pembacaan Al-Quran) di Brunei.
Ciri khas yang paling mengagumkan dari Masjid ini adalah kubahnya yang dilapisi emas murni. Masjid ini menjulang setinggi 52 meter (171 kaki) dan dapat dipandang dari setiap sudut kota Bandar Seri Begawan. Menara masjid merupakan bagian tertinggi dari masjid ini. Masjid ini memadukan secara unik unsur Renaissans arsitektur Italia dengan nuansa yang bernilai Islami. Di dalam menara masjid terdapat lift di mana pengunjung dapat naik ke puncak menara dan menikmati pemandangan panorama kota dari ketinggian.
Bagian dalam ruangan masjid khusus untuk ibadah salat bagi umat muslim. Terdapat jendela kaca patri beraneka warna yang mengagumkan, pelengkung, separuh kubah, dan pilar-pilar marmer. Hampir seluruh bahan bangunan masjid ini diimpor dari luar negeri yaitu: Marmer dari Italia, batu granit dari Shanghai China, lampu kristal dari Inggris, serta karpet dari Arab Saudi.(Wikipedia)

3. Masjid Sultan, Singapura
MASJID SULTAN SINGAPURA
Masjid Sultan di Kampung Glam, Singapura merupakan masjid pertama yang dibangun di republik itu. Hingga kini, masjid bersejarah itu masih menjadi daya tarik utama bagi wiaatawan asing yang datang ke Singapura.
Struktur awal masjid ini dibangun sekitar 1826 oleh masyarakat Jawa yang kebanyakan pedagang awal di Singapura, yang menjalankan aktivitas perdagangan dengan masyarakat Arab, Boyan dan Bugis sebelum kedatangan saudagar Tionghoa. Bangunan masjid itu menjadi tempat tinggal atau kawasan permukiman awal beberapa etnik masyarakat Indonesia.
Kemudian pada 1920-an ia dibangun kembali seperti sekarang. Dan kini ia telah direnovasi dan ditetapkan sebagai produk pariwisata Singapura. Nama asli jalan-jalan berdekatan masjid tersebut seperti Kandahar Street, Baghdad Street, Arab Street dan Bussorah Street masih diabadikan.
Pada tahun 1900an Singapura sudah menjadi pusat perdagangan Islam, Masjid Sultan kemudian sudah tak mampu lagi menampung jemaah yang terus berkembang pesat. Pada tahun 1924, memperingati seratus tahun berdirinya masjid tersebut. Pengurus masjid atau trustees menyetujui sebuah rencana untuk mendirikan masjid baru yang lebih besar menggantikan bangunan masjid lama di lokasi yang sama.
Arsitek Denis Santry dari Swan and Maclaren yang merancang masjid baru tersebut untuk dibangun di atas lahan masjid lama dan lahan tambahan dari keluarga kerajaan. Seluruh pembiayaan juga di tanggung keluarga Sultan denga kontribusi dari komunitas muslim Singapura kala itu termasuk sumbangan botol kaca hijau hijau dari kaum miskin ketika itu. botol botol yang kemudian di jadikan ornamen bawah kubah masjid. Arsitek Denis Santry mengadopsi gaya Sarasenik atau gaya Gotik Mughal lengkap dengan menara menggantikan masjid lama yang berarsitektur Indonesia pada masjid sebelumnya. Pembangunan masjid baru tersebut selesai dikerjakan tahun 1928. Perbaikan dilakukan tahun 1960 untuk memperbaikan ruang utama masjid dan tahun 1993 masjid Sultan Singapura dilengkapi dengan Auditorium dan aula serbaguna.
Hingga kini masjid sultan Singapura masid berdiri kokoh di tempat dimana dia pertama kali didirikan, menjadi salah satu masjid tetua dan terbesar di Singapura dengan daya tampung mencapai 5000 jemaah. Masjid Sultan Singpaura kemudian mendapatkan pengakuan dari pemerintah Republik Singapura para tanggal 14 Maret 1975 sebagai national monument. Dan statusnya pun kini dimiliki dan dikelola oleh Majlis Ugama Islam Singapura (MUIS). (Wikipedia)

4. Masjid Suneri, Lahore, Pakistan
MASJID SUNEHRI LAHORE PAKISTAN

Masjid Sunehri adalah masjid dengan 3 kubah emas yang terletak di kawasan padat penduduk di pusat kota Lahore, Pakistan. Di dalam masjid ini konon terdapat makam yang disepuh emas dan menara tinggi yang dibangun oleh Nawab Syed Bhikari Khan pada 1753.
Masjid ini dibangun pada jaman kerajaan Mughal. Nawab Syed Bhikari Khan sendiri adalah wakil gubernur Lahore ketika masjid ini dibangun. Dengan usia yang hampir 300 tahun, ternyata masjid ini masih terlihat indah dan megah.
5. Masjid Jame’ Asr, Brunei Darussalam
Masjid Jame’ Asr atau dikenal juga dengan masjid Bandar Seri Begawan ini dibangun pada pertengahan tahun 1980 an untuk memperingati 25 tahun kekuasaan Sultan Hassanal Bolkiah. Masjid ini diresmikan pada 14 Juli 1995 bertepatan dengan hari ulang tahun Sultan Hassanal Bolkiah. Bangunan masjid ini terlihat istimewa berkat 29 kubah yang berada diatasnya, yang terdiri dari 2 kubah besar dan 27 kubah kecil yang kesemuanya dilapisi dengan emas 24 karat. Jumlah 29 kubah ini dipilih sebagai tanda bahwa Sultan Hassanal Bolkiah adalah Sultan ke 29 di di Brunei Darussalam. Selain kubah, mihrab dan lampu gantung utama di masjid ini juga dilapisi emas 24 karat. Bangunan yang terletak di tengah taman yang asri ini mempunyai luas hampir 2 hektar lebih.

(Dari Berbagai Sumber)

Selasa, 14 April 2015

TIGA MASJID TERAPUNG DI INDONESIA

Pernah mendengar cerita tantang Masjid Terapung? Sejatinya masjid ini tidaklah benar-benar mengapung di atas air, akan tetapi masjid terapung merupakan masjid yang dibangun diatas air sehingga kelihatan seolah terapung di atas air. Kalau selama ini kita mendengar di Jeddah Arab Saudi atau di Tanjung Bunga Penang Malaysia ada terdapat Masjid Terapung, Ternyata di Negeri yang kita cintai ini juga memiliki masjid terapung. Setidaknya hingga saat ini ada tiga masjid terapung yang terdapat di Indonesia. menariknya ketiga masjid tersebut berada di Indonesia Timur bahkan dua diantaranya ada di Pulau Sulawesi. Jadi klau hanya ingin mengunjungi masjid terapung tak perlu lagi jauh-jauh keluar negeri. berikut tiga masjid terapung di Indonesia dengan keunikannya masing-masing

1. Masjid Terapung Amirul Mukminin Makassar

Terletak  tepat di timur laut Pantai Losari, Makassar, Sulawesi Selatan. Masjid ini dibangun karena gagasan walikota makassar yang ingin memperkaya khasanah landmark Kota Makassar dan wisata religius di kota ini. Walau konsepnya sederhana namun luar biasa, dimana perpaduan antara wisata berupa pemandangan dan aspek religius dikemas menjadi sebuah momen yang indah. Bayangkan di saat Anda sedang menunggu shalat Magrib, sunset menemani anda dengan pemandangan yang indah.atau menikmati keramaian anjungan losari dan cantiknya skyline kota makassar. Mesjid ini diresmikan oleh Ketua Dewan Masjid Indonesia Jusuf Kalla pada 21 Desember 2012. Masjid ini berlantai tiga yang ditopang oleh 164 tiang pancang dengan diameter masjid 45 meter dan mempunyai luas 1.683 meter persegi dilengkapi dengan dua menara menjulang dan mampu menampung sekitar 500 jama'ah.Untuk lantai teras yang berada tepat di bawah kubah banyak digunakan warga untuk melakukan kegiatan rekreasi, semisal melihat sunset di Pantai Losari. Selain itu, masjid ini juga terdapat kubah berdiameter sembilan meter yang dibawahnya pengunjung dapat menggunakannya sebagai tempat bersantai. Pengunjung pun dapat naik ke atas kubah yang melalui dua tangga samping yang mengelilingi masjid.

Lantai paling atas masjid merupakan tempat khusus bagi para pengunjung yang ingin melaksanakan shalat sendiri yang lebih khusuk baik sholat sunnah maupun wajib bagi yang tidak mendapatkan jamaah. Lantai kedua dari masjid dipergunakan khusus untuk jemaah wanita dan lantai bawahnya untuk shalat jemaah pria. Di lantai bawah itu juga terdapat tempat wudhu pria yang berada di sebelah kanan, sementara untuk para wanita berada di sebelah kiri masjid. hingga saat ini masjid ini seolah magnet yang memililik daya tarik tersendiri bagi masyarakat untuk terus berdatangan melihat keindahan Masjid Amirul Mukminin.Pelataran dan dua buah jembatan yang luas menuju masjid bisa menjadi tempat untuk berfoto ria sambil menunggu tenggelamnya matahari (sunset) dengan menikmati makanan khas Makassar berupa Pisang Epek ditemani dengan gemerlapnya lampu kota yang kemudian dilanjutkan dengan menjalankan shalat magrib secara berjamaah.
masyarakat banyak berdatangan melihat keindahan masjid sambil menunggu tenggelamnya matahari (sunset) dengan menikmati makan an khas Makassar, Pisang Epek yang kemudian menjalankan shalat magrib berjamaah. - See more at: http://jarak-dekat.blogspot.com/2014/02/wowdi-makassar-ada-masjid-terapung.html#sthash.76zEEflj.dpuf
masyarakat banyak berdatangan melihat keindahan masjid sambil menunggu tenggelamnya matahari (sunset) dengan menikmati makan an khas Makassar, Pisang Epek yang kemudian menjalankan shalat magrib berjamaah. - See more at: http://jarak-dekat.blogspot.com/2014/02/wowdi-makassar-ada-masjid-terapung.html#sthash.76zEEflj.dpuf
masyarakat banyak berdatangan melihat keindahan masjid sambil menunggu tenggelamnya matahari (sunset) dengan menikmati makan an khas Makassar, Pisang Epek yang kemudian menjalankan shalat magrib berjamaah. - See more at: http://jarak-dekat.blogspot.com/2014/02/wowdi-makassar-ada-masjid-terapung.html#sthash.76zEEflj.dpuf
masyarakat banyak berdatangan melihat keindahan masjid sambil menunggu tenggelamnya matahari (sunset) dengan menikmati makan an khas Makassar, Pisang Epek yang kemudian menjalankan shalat magrib berjamaah. - See more at: http://jarak-dekat.blogspot.com/2014/02/wowdi-makassar-ada-masjid-terapung.html#sthash.76zEEflj.dpuf
masyarakat banyak berdatangan melihat keindahan masjid sambil menunggu tenggelamnya matahari (sunset) dengan menikmati makan an khas Makassar, Pisang Epek yang kemudian menjalankan shalat magrib berjamaah. - See more at: http://jarak-dekat.blogspot.com/2014/02/wowdi-makassar-ada-masjid-terapung.html#sthash.76zEEflj.dpuf

2. Masjid Terapung Arkam Baburrahman Palu
Terletak di Kawasan Teluk Palu, Kampung Lere, Palu Barat Sulawesi Tengah. Masjid ini berdiri sekitar 30 meter dari bibir pantai teluk palu dan mulai dibangun sejak 19 Januari 2011 oleh seorang pengusaha kota palu yang sukses bernama Muhammad Hasan bajamal. Pembangunannya baru selesai sekitar awal tahun 2012 dan di resmikan oleh Gubernur Sulawesi tengah saat itu H. Longki Janggola. Masjid ini dibangun untuk mengenang Dato Karama, salah satu penyebar agama Islam di Kota Palu pada abad ke-17. Luas masjid sekitar 121 meter persegi walaupun tergolong kecil, masjid ini mampu menampung sekitar 150 Jamaah.

Keunikan masjid ini, selain keunikan letaknya yang di atas laut, Pada Malam hari Kubahnya bisa memancarkan cahaya tujuh warna. Tiang-tiang Masjid akan terlihat pada saat air surut. Namun jika air pasang masjid akan terlihat seolah terapung di atas laut. jalan menuju Masjid yang berupa sebuah Jembatan dihiasi dengan lampu sisi kiri dan kananya bisa menjadi tempat favorit pengunjung untuk sekedar berfoto atau menikmati laut teluk palu dan pusat Kota palu dari kejauhan.

3. Masjid Terapung Al Munawar Ternate
Ternyata tidak hanya Makassar dan Palu saja yang punya Masjid Terapung . Di Maluku Utara tepatnya di Kota Ternate juga punya Masjid Terapung Al Munawar yang tidak kalah megahnya. bahkan Masjid ini merupakan masjid terapung yang pertama kali ada di indonesia dan merupakan yang terbesar. Masjid Al Munawar dibangun di atas perairan Pantai Sewiring Gamalama. Masjid Al Munawar ini mulai dibangun pada tahun 2003 dan pertama kali digunakan untuk beribadah pada tahun 2010. Masjid ini bisa menampung jamaah sebanyak 15.000 orang dan menjadikan masjid ini sebagai masjid terbesar di Ternate.

Dari kejauhan, Masjid Al Munawar ini terlihat seperti mengapung di atas lautan dengan latar belakang hijaunya bukit dan Gunung Gamalama yang begitu mempesona. Belum lagi ditambah dengan pemandangan langsung ke Pulau Tidore dan perairan Halmahera. Bukan hanya latar belakang dari masjid ini saja yang sangat indah. Bangunan masjidnya sendiri pun tak kalah indahnya. Masjid ini punya 4 menara yang masing-masing berada di setiap sisi bangunannya. 

Sekedar Tambahan :

Masjid Al-'Alam Kendari 
Pada hari Selasa 17 Agustus 2010 bertepatan dengan HUT Kemerdekaan RI yang ke 65, dipimpin oleh Gubernur Sulawesi Tenggara H. Nur Alam, telah dilakukan pemancangan pembangunan Masjid Terapung  Al Alam di Teluk Kendari Sulawesi Tenggara. masjid tersebut dirancang seluas 12.692 meter persegi dengan 509 tiang pancang dan terdiri dari tiga bangunan yakni bangunan utama, bangunan plaza tertutup dan plaza terbuka. Bangunan utama terdiri dari lantai basemen, lantai satu yang berfungsi sebagai ruang shalat seluas 2.540 meter persegi, dan lantai dua yang juga difungsikan sebagai ruang shalat seluas 1.762 meter persegi. Total luas ruang shalatnya 4.302 meter persegi, diperkirakan dapat menampung 6000 jamaah sekaligus dan diperkirakan akan menghabiskan dana sekitar Rp. 250 Milyar. Namun sayang sekali hingga saat ini Tahun 2015 kabar Kelanjutan Pembangunan Masjid tersebut seolah tenggelam ditelan oleh Teluk Kendari^^. 

(Dari berbagai sumber)

Minggu, 22 Maret 2015

PEMBAGIAN TAUHID BID'AH?

Pernah dengar atau penah baca bahwa pembagian Tauhid itu Bid'ah? atau Hanya Akal-akalan Ibnu Taymiyah? ini Jawaban lengkapnya :

Darimanakah Asal Usul Pembagian 3 Tauhid?


Tanya:
Katanya tauhid dibagi tiga (rububiyyah, uluhiyyah, asma’ dan sifat), siapa yang membagi demikian? Di kitab apa? Jilid dan halaman?
(0500338261)

Jawab:
Tauhid terbagi menjadi 3 (Tauhid rububiyyah, uluhiyyah, dan Asma’ wa sifat) berdasarkan istiqra’ (penelitian menyeluruh) terhadap dalil-dalil yang ada di dalam Al-Quran dan As-Sunnah, sebagaimana ulama nahwu membagi kalimat di dalam bahasa arab menjadi 3: Isim, fi’il, dan huruf, berdasarkan penelitian menyeluruh terhadap kalimat-kalimat yang ada di dalam bahasa arab. (Lihat Kitab At-Tahdzir min Mukhtasharat Muhammad Ash-Shabuny fii At-Tafsir karangan Syeikh Bakr Abu Zaid hal: 30, cet. Darur Rayah- Riyadh )
Diantara dalil-dalil tauhid rububiyyah (pengesaan Allah dalam penciptaan, pembagian rezeki, dan pengaturan alam):

Firman Allah ta’ala:
(اللَّهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ وَكِيلٌ)(الزمر:62)
Artinya: “Allah menciptakan segala sesuatu.” (Qs. 39: 62)

Dan firman Allah ta’ala:
وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُبِينٍ) (هود:6
Artinya: “Dan tidak ada suatu binatang melatapun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (Qs. 11:6)

Dan firman Allah ta’ala:
(قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أَمَّنْ يَمْلِكُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَمَنْ يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَمَنْ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ فَسَيَقُولُونَ اللَّهُ فَقُلْ أَفَلا تَتَّقُونَ) (يونس:31
Artinya: Katakanlah:”Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan yang mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan” Maka mereka menjawab: “Allah.” Maka katakanlah: “Mengapa kamu tidak bertaqwa (kepada-Nya)?” (Qs. 10:31)

Diantara dalil-dalil tauhid uluhiyyah (pengesaan Allah di dalam ibadah):

Firman Allah ta’alaa:
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ.الفاتحة:5
Artinya: “Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.” (Qs. 1:5)

Dan firman Allah ta’alaa:
قُلِ اللَّهَ أَعْبُدُ مُخْلِصاً لَهُ دِينِي.الزمر:14
Artinya: Katakanlah: “Hanya Allah saja yang aku sembah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agamaku.” (Qs. 39:14)

Dan firman Allah ta’alaa:

قُلْ أَفَغَيْرَ اللَّهِ تَأْمُرُونِّي أَعْبُدُ أَيُّهَا الْجَاهِلُونَ.الزمر:64
Artinya: Katakanlah: “Maka apakah kamu menyuruh aku menyembah selain Allah, hai orang-orang yang tidak berpengetahuan?” (Qs. 39:64)

Diantara dalil-dalil tauhid asma’ wa sifat (pengesaan Allah di dalam nama-namanya yang husna (yang terbaik) dan sifat-sifat-Nya yang tinggi):

Firman Allah ta’ala:
قُلِ ادْعُوا اللَّهَ أَوِ ادْعُوا الرَّحْمَنَ أَيّاً مَا تَدْعُوا فَلَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى.الاسراء: من الآية110
Artinya: “Katakanlah: “Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang terbaik).”

Dan firman Allah ta’ala:
لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ.الشورى: من الآية11
Artinya: “Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. 42:11)

Dan firman Allah ta’alaa:
وَلِلَّهِ الْمَثَلُ الْأَعْلَى وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ.النحل: من الآية60
Artinya: “Dan Allah mempunyai permisalan yang paling tinggi; dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Qs. 16:60)

Terkumpul 3 jenis tauhid ini di dalam sebuah firman Allah:

رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا فَاعْبُدْهُ وَاصْطَبِرْ لِعِبَادَتِهِ هَلْ تَعْلَمُ لَهُ سَمِيّاً .مريم:65
Artinya: “Rabb (yang menguasai) langit dan bumi dan apa-apa yang ada di antara keduanya, maka sembahlah Dia dan berteguh hatilah dalam beribadat kepada-Nya. Apakah kamu mengetahui ada seorang yang sama dengan Dia (yang patut disembah).” (Qs. 19:65)

Tauhid rububiyyah tercantum dalam firman-Nya:
رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا
(Rabb (yang menguasai) langit dan bumi dan apa-apa yang ada di antara keduanya).”

Tauhid uluhiyyah tercantum dalam firman-Nya:
فَاعْبُدْهُ وَاصْطَبِرْ لِعِبَادَتِهِ
“Maka sembahlah Dia dan berteguh hatilah dalam beribadat kepada-Nya). “

Tauhid Asma’ wa Sifat tercantum dalam firman-Nya:
هَلْ تَعْلَمُ لَهُ سَمِيّاً
“(Apakah kamu mengetahui ada seorang yang sama dengan Dia (yang patut disembah))?”

Kami sebutkan disini diantara ulama-ulama yang menyebutkan pembagian ini baik secara jelas maupun dengan isyarat.

1. Imam Abu Ja’far Ath-Thahawy (wafat th. 321), di dalam muqaddimah kitab beliau Al-Aqidah Ath-Thahawiyyah. Beliau berkata:
نقول في توحيد الله معتقدين بتوفيق الله إن الله واحد لا شريك له ، و لا شيء مثله ، و لا شيء يعجزه ، و لا إله غيره
Artinya: “Kami mengatakan di dalam pengesaan kepada Allah dengan meyakini: bahwa Allah satu tidak ada sekutu bagi-Nya, tidak ada yang serupa dengan-Nya, tidak ada yang melemahkan-Nya, dan tidak ada tuhan yang berhak disembah selain-Nya.

Perkataan beliau: “Tidak ada yang serupa dengan-Nya.”: Ini termasuk tauhid Asma’ dan Sifat.
Perkataan beliau: “Tidak ada yang melemahkan-Nya.”: Ini termasuk tauhid Rububiyyah.
Perkataan beliau: “Dan tidak ada tuhan yang berhak disembah selain-Nya.”: Ini termasuk tauhid Uluhiyyah.
2. Ibnu Abi Zaid Al-Qairawany Al-Maliky (wafat th. 386 H), di dalam muqaddimah kitab beliau Ar-Risalah Al-Fiqhiyyah hal. 75 (cet. Darul Gharb Al-Islamy). Beliau mengatakan:
من ذلك : الإيمان بالقلب و النطق باللسان بأن الله إله واحد لا إله غيره ، و لا شبيه له و لا نظير، … ، خالقا لكل شيء ، ألا هو رب العباد و رب أعمالهم والمقدر لحركاتهم و آجالهم
Artinya: “Termasuk diantaranya adalah beriman dengan hati dan mengucapkan dengan lisan bahwasanya Allah adalah sesembahan yang satu, tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Dia, tidak ada yang serupa dengan-Nya dan tidak ada tandingan-Nya.”
Pencipta segala sesuatu, ketahuilah bahwa Dia adalah pencipta hamba-hamba-Nya dan pencipta amalan-amalan mereka, dan yang menakdirkan gerakan-gerakan mereka dan ajal-ajal mereka.”
Perkataan beliau: “Sesembahan yang satu, tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Dia.”: Ini termasuk tauhid Uluhiyyah.
Perkataan beliau: “Tidak ada yang serupa dengan-Nya dan tidak ada tandingan-Nya”: Ini termasuk tauhid Asma’ wa Sifat.
Perkataan beliau: “Pencipta segala sesuatu, ketahuilah bahwa Dia adalah pencipta hamba-hamba-Nya dan pencipta amalan-amalan mereka, dan yang menakdirkan gerakan-gerakan mereka dan ajal-ajal mereka.” : Ini termasuk tauhid Rubiyyah.
3. Ibnu Baththah Al-‘Akbary (wafat th. 387 H), di dalam kitab beliau Al-Ibanah ‘an Syariatil Firqatin Najiyyah wa Mujanabatil Firaq Al-Madzmumah (5 / 475)
وذلك أن أصل الإيمان بالله الذي يجب على الخلق اعتقاده في إثبات الإيمان به ثلاثة أشياء : أحدها : أن يعتقد العبد ربانيته ليكون بذلك مباينا لمذهب أهل التعطيل الذين لا يثبتون صانعا . الثاني : أن يعتقد وحدانيته ، ليكون مباينا بذلك مذاهب أهل الشرك الذين أقروا بالصانع وأشركوا معه في العبادة غيره . والثالث : أن يعتقده موصوفا بالصفات التي لا يجوز إلا أن يكون موصوفا بها من العلم والقدرة والحكمة وسائر ما وصف به نفسه في كتابه
Artinya: Dan yang demikian itu karena pokok keimanan kepada Allah yang wajib atas para makhluk untuk meyakininya di dalam menetapkan keimanan kepada-Nya ada 3 perkara:

Pertama: Hendaklah seorang hamba meyakini rabbaniyyah Allah (kekuasaan Allah) supaya dia membedakan diri dari jalan orang-orang atheisme yang mereka tidak menetapkan adanya pencipta.

Kedua: Hendaklah meyakini wahdaniyyah Allah (keesaan Allah dalam peribadatan) supaya dia membedakan diri dari jalan orang-orang musyrik yang mereka mengakui adanya pencipta alam kemudian mereka menyekutukan-Nya dengan selain-Nya.

Ketiga: Hendaklah meyakini bahwasanya Dia bersifat dengan sifat-sifat yang memang harus Dia miliki, seperti ilmu, qudrah (kekuasaan), hikmah (kebijaksanaan), dan sifat-sifat yang lain yang Dia tetapkan di dalam kitab-Nya.

4. Abu Bakr Muhammad bin Al-Walid Ath-Thurthusyi (wafat th. 520 H), di dalam muqaddimah kitab beliau Sirajul Muluk (1/1), beliau berkata:
وأشهد له بالربوبية والوحدانية. وبما شهد به لنفسه من الأسماء الحسنى. والصفات العلى. والنعت الأوفى
Artinya: Dan aku bersaksi atas rububiyyah-Nya dan uluhiyyah-Nya, dan atas apa-apa yang Dia bersaksi atasnya untuk dirinya berupa nama-nama yang paling baik dan sifat-sifat yang tinggi dan sempurna.

5. Al-Qurthuby (wafat th. 671 H), di dalam tafsir beliau (1/ 102) , beliau berkata ketika menafsirkan lafdzul jalalah (الله) di dalam Al-Fatihah:
فالله اسم للموجود الحق الجامع لصفات الإلهية، المنعوت بنعوت الربوبية، المنفرد بالوجود الحقيقي، لا إله إلا هو سبحانه.
Artinya: Maka ( الله ) adalah nama untuk sesuatu yang benar-benar ada, yang mengumpulkan sifat-sifat ilahiyyah (sifat-sifat sesuatu yang berhak disembah), yang bersifat dengan sifat-sifat rububiyyah (sifat-sifat sesuatu yang berkuasa), yang sendiri dengan keberadaan yang sebenarnya, tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain-Nya.

6. Syeikh Muhammad Al-Amin Asy-Syinqithy (wafat th. 1393 H) di dalam Adhwaul Bayan (3/111-112), ketika menafsirkan ayat:

إِنَّ هَذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْراً كَبِيراً) (الاسراء:9)
7. Syeikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz, diantaranya dalam kitab beliau Kaifa Nuhaqqiqu At-Tauhid (hal. 18-28).
8. Syeikh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin, diantaranya dalam Fatawa Arkanil Islam (hal. 9-17)
9. Syeikh Abdul Muhsin bin Hamd Al-‘Abbad Al-Badr (pengajar di Masjid Nabawy), diantaranya dalam muqaddimah ta’liq beliau terhadap kitab Tathhir ul I’tiqad ‘an Adranil Ilhad karangan Ash-Shan’any dan kitab Syarhush Shudur fi Tahrim Raf’il Qubur karangan Asy-Syaukany (hal. 12-20)
10 Syeikh Abdul Aziz Ar-Rasyid, di dalam kitab beliau At-Tanbihat As-Saniyyah ‘ala Al-Aqidah Al-Wasithiyyah (hal. 14)
11. Syeikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al-Badr, di dalam kitab beliau Al-Mukhtashar Al-Mufid fi Bayani Dalaili Aqsamit Tauhid. Kitab ini adalah bantahan atas orang yang mengingkari pembagian tauhid.
12. Dan lain-lain.
Wallahu ta’ala a’lam.

Ustadz Abdullah Roy, Lc.
Sumber: tanyajawabagamaislam.blogspot.com

http://www.konsultasisyariah.com/darimanakah-asal-usul-pembagian-3-tauhid/#


DUNIA ARAB

SIAPA NEGARA TERJELEK? ARAB SAUDI ATAU.......  
Kendali media nasional saat ini didominasi oleh orang-orang sekuler, orang-orang kafir, atau minimal orang-orang (Islam) liberal dan orang-orang Syi’ah yang tidak jelas. Suka/condong menyiarkan berita yang menyudutkan agama Islam, negara Islam, penegakan syari’at Islam, atau orang-orang yang punya komitmen tinggi terhadap syari’at Islam. Apabila bicara TKI/TKW, berita apa yang menjadi besar di tanah air ?. Kekerasan terhadap TKW, perkosaan, atau hukuman penggal TKW bermasalah di Saudi Arabia; tanpa melihat bagaimana sebenarnya keumuman perikehidupan di negara tersebut. Tanpa melihat kejahatan TKW yang dilakukan di negera tersebut. Kalau bicara HAM, Saudi dan negara-negara Islam dianggap sebagai negara yang paling tinggi melanggar HAM. Tujuannya adalah, mengesankan Arab Saudi dan negara-negara Islam lainnya yang merupakan sentral dalam dakwah Islam adalah negara yang jelek.
Sekarang mari kita lihat fakta dan data, manakah negara yang paling jelek dalam kasus-kasus kriminalitas, kejahatan seksual, dan yang semisalnya. Arab Saudi atau bukan Arab Saudi ?. Berikut data yang diperoleh di internet yang dihimpun oleh mereka (orang-orang kafir) sendiri.
1.     Negara dengan angka kejahatan tertinggi.
a.      Menurut situs mapsofworld.com, urutan negara dengan angka kejahatan tertinggi pada tahun 2011 adalah (1) Amerika Serikat; (2) Jerman; (3) Perancis; (4) Rusia; (5) Italia; (6) Kanada; (7) Chili; (8) Polandia; (9) Spanyol; dan (10) Belanda.
b.      Menurut situs whichcountry.co, urutan negara dengan angka kejahatan tertinggi pada tahun 2014 adalah (1) Amerika Serikat; (2) Inggris; (3) Jerman; (4) Perancis; (5) Rusia; (6) Jepang; (7) Afrika Selatan; (8) Kanada; (9) Italia; dan (10) India.
2.     Negara paling tinggi kasus pembunuhan.
a.      Menurut situs unodc.com (kantor PBB untuk urusan narkoba dan kejahatan), hufftingtonpost.com, dan edition.cnn.com, urutan negara dengan kasus pembunuhan tertinggi per 100.000 orang tahun 2012 adalah (1) Honduras (90,4); (2) Venezuela (53,7); (3) Belize (44,7); (4) El Salvador (41,2); (5) Guatemala (39,9); (6) Jamaika (39,3); (7) Swaziland (33,8); (8) Saint Kitts and Nevis (33,6); (9) Afrika Selatan (31,0); dan (10) Kolombia (30,8).
b.      Menurut situs mapsofworld.com, urutan negara dengan kasus pembunuhan tertinggi per 100.000 orang dari tahun yang berbeda-beda (2008-2010) adalah (1) Honduras (82,1); (2) El Salvador (66,0); (3) Cote d'Ivoire (56,9); (4) Jamaika (52,1); (5) Venezuela (49,0); (6) Belize (41,7); (7) Guatemala (41,4); (8) Saint Kitts and Nevis (38,2); (9) Zambia (38); dan (10) Uganda (36,3).
3.     Negara paling tinggi kasus bunuh diri.
a.      Menurut situs worldlifeexpectancy.com, urutan negara dengan kasus bunuh diri tertinggi per 100.000 orang adalah : (1) Guyana (32,5); (2) Lithuania (31,2); (3) Kazakhstan (31,1); (4) Swaziland (25,3); (5) Rusia (23,4); (6) Malawi (23,3); (7) Belarus (22,9); (8) Suriname (22,5); (9) Nambia (22,3); dan (10) Cote d Ivoire (21,5).
b.      Menurut situs mapsofworld.com, urutan negara dengan kasus bunuh diri tertinggi per 100.000 orang adalah : (1) Lithuania (42,0); (2) Rusia (37,4); (3) Belarus (35,0); (4) Latvia (34,3); (5) Estonia (33,2); (6) Honggaria (32,1); (7) Slovenia (30,9); (8) Ukraina (29,4); (9) Kazakhstan (28,7); dan (10) Finlandia (24,3).
c.      Menurut situs therichest.com, urutan negara dengan kasus bunuh diri tertinggi per 100.000 orang adalah : (1) Lithuania (31), (2) Korea Selatan (28,1), (3) Guyana (26,4), (4) Kazakhstan (25,6), (5) Slovenia (21,8), (6) Honggaria (21,7), (7) Jepang (21,4), (8) Srilanka (21,3), (9) Latvia (20,8), (10) Belarus (20,5).
4.     Negara dengan tingkat perampokan tertinggi.
Menurut situs nationmaster.com, negara dengan tingkat perampokan tertinggi adalah (1) Chili; (2) Argentina; (3) Dominika; (4) Kostarika; (5) Meksiko; (6) Afrika Selatan; (7) Nikaragua; (8) Ekuador; (9) Swaziland; (10) Uruguay; (11) Belgia; (12) Spanyol; (13) Portugal; (14) Belize; (15) Barbados; (16) Maladewa; (17) Peru; (18) Amerika Serikat; (19) Lithuania; (20) Italia.
5.     Negara paling tinggi kasus pemerkosaan.
a.      Menurut situs globalpost.com, urutan negara dengan kasus pemerkosaan tertinggi periode tahun 2004-2010, adalah (1) Amerika Serikat, (2) India, (3) Inggris/United Kingdom, (4) Meksiko, (5) Jerman, (6) Swedia, (7) Rusia, (8) Thailand, (9) Kolombia, dan (10) Belgia.
b.      Menurut situs nationmaster.com, urutan negara dengan kasus pemerkosaan tertinggi per 100.000 orang selama tahun 2010 adalah (1) Afrika Selatan (132,4); (2) Botswana (92,9); (3) Swedia (63,5); (4) Nikaragua (31,6); (5) Grenada (30,6); (6) Saint Kitts and Nevis (28,6); (7) Australia (28,6); (8) Belgia (27,9); (9) Amerika Serikat (27,3); dan (10) Bolivia (26,1).
c.      Menurut situs wonderlist.dot.com; urutan negara dengan kasus pemerkosaan tertinggi  adalah : (1) Amerika Serikat; (2) Afrika Selatan; (3) Swedia; (4) India; (5) Inggris; (6) Jerman; (7) Prancis; (8) Kanada; (9) Srilanka; dan (10) Ethiopia.
d.      Perbandingan, silakan lihat wikipedia.
6.     Negara paling tinggi kasus kejahatan seksual pada anak-anak.
Menurut situs ibtimes.com dan uk.news.yahoo.com, urutan negara dengan kasus kejahatan seksual pada anak-anak tertinggi adalah : (1) Afrika Selatan; (2) India; (3) Zimbabwe, (4) Inggris; dan (5) Amerika Serikat.
7.     Negara yang paling menerima keberadaan homoseksualitas.
Menurut situs pewglobal.org, urutan negara dengan status penerimaan terhadap homoseksualitas tertinggi adalah : (1) Spanyol; (2) Jerman; (3) Kanada; (4) Australia; (5) Prancis; (6) Inggris; (7) Italia; (8) Argentina; (9) Filipina; (10) Meksiko.
8.     Negara yang membolehkan/melegalkan pernikahan sejenis.
Menurut situs pewglobal.org, urutan negara yang melegalkan pernikahan sejenis adalah (1) Argentina; (2) Belgia; (3) Brazil; (4) Kanada; (5) Denmark; (6) Inggris/Wales; (7) Prancis; (8) Islandia; (9) Luksemburg; (10) Belanda; (11) Norwegia; (12) Portigal; (13) Skotlandia; (14) Afrika Selatan; (15) Spanyol; (16) Swedia; (17) Uruguay; (18) Amerika Serikat - untuk beberapa negara bagian - ; (19) Meksiko - untuk beberapa negara bagian - .
9.     Negara yang mempunyai populasi manusia yang terkena HIV/AIDS tertinggi.
a.      Menurut situs indexmundi.com, negara yang mempunyai populasi manusia terkena AIDS tertinggi adalah (1) Afrika Selatan, (2) Nigeria, (3) India, (4) Kenya, (5) Mozambik, (6) Tanzania, (7) Uganda, (8) Amerika Serikat, (9) Zimbabwe, dan (10) Rusia.
b.      Menurut situs whichcountry.co, negara yang mempunyai populasi manusia terkena HIV/AIDS tertinggi adalah (1) Afrika Selatan, (2) Nigeria, (3) India, (4) Kenya, dan (5) Mozambik.
10.   Negara dengan penggunaan/penyalahgunaan narkoba tertinggi.
a.      Menurut situs therichest.com, negara yang paling ketergantungan terhadap obat-obatan adalah (1) Iran; (2) Inggris; (3) Prancis; (4) Slovakia; (5) Rusia; (6) Afghanistan; (7) Kanada; (8) Amerika Serikat; (9) Brazil; dan (10) Meksiko.
b.      Menurut wikipedia, negara yang mempunyai prevalensi tahunan penggunaan kokain tertinggi adalah (1) Skotlandia; (2) Amerika Serikat; (3) El Salvador; (4) Inggris dan Wales; (5) Kanada; (6) Spanyol; (7) Bolivia; (8) Aruba; (9) Panama; dan (10) Australia.
11.   Negara dengan angka penganut atheist paling tinggi.
a.      Menurut situs theblaze.com, negara dengan angka penganut atheis tertinggi adalah (1) China; (2) Jepang; (3) Ceko; (4) Perancis; (5) Korea Selatan; (6) Jerman; (7) Belanda; (8) Austria; (9) Islandia; (10) Australia; dan (11) Irlandia.
b.      Menurut situs atheistrepublic.com, negara dengan angka penganut atheis tertinggi adalah (1) China; (2) Jepang; (3) Rusia; (4) Vietnam; (5) Jerman; (6) Prancis; (7) Amerika Serikat; (8) Inggris; (9) Korea Selatan; dan (10) Kanada.
Dimanakah Arab Saudi, Kuwait, Uni Emirat Arab, dan semisalnya dari negara-negara Islam dalam hal juara kejahatan dan keburukan?. Akankah kita akan terus ditipu oleh media ?. Akankah kita akan mencontoh budaya barat, kebebasan tak bertanggung jawab, kafir, dan tak beragama ?. Pilihan di tangan kita.

[abul-jauzaa’ – perumahan ciomas permai – 18032015 – 02.00].
http://abul-jauzaa.blogspot.com/2015/03/siapa-negara-terjelek-arab-saudi-atau.html

Rabu, 18 Maret 2015

Hukum Makan dan Jual Beli Cicak/Tokek

Oleh Ustadz Abu Muawiah
Hukum Jual Beli Tokek
Tanya:
Apa hukum jual beli tokek dengan alasan untuk dijadikan obat, mengingat amalan ini sedang marak akhir-akhir ini.
Abu Amr (08524262????)
Jawab:
Pertama-tama perlu diketahui bahwa ucapan para ulama yang ada dalam masalah ini adalah dalam masalah cicak, hanya saja ucapan mereka itu juga berlaku bagi tokek karena keduanya dihukumi sama oleh para ulama. Imam Asy-Syaukani -rahimahullah- berkata dalam Nailul Authar (8/295), “Cicak (arab: al-wazg) itu termasuk binatang pengganggu dan bentuk jamaknya adalah al-awzag. Sementara tokek adalah hewan yang sejenis dengannya yang berbadan lebih besar.”
Kemudian, tokek/cicak adalah hewan yang haram untuk dimakan dengan tiga alasan:
1.    Keduanya adalah hewan yang khabits/jelek dan bukan termasuk makanan yang thayyib/baik.
Imam Ibnu Hazm -rahimahullah- berkata dalam Al Muhalla (7/405), “Cicak adalah salah satu binatang yang paling menjijikkan.”
Dan Allah telah mengharamkan semua makanan yang khabits dalam firman-Nya, “Dan dia menghalalkan yang baik dan mengharamkan atas mereka segala yang buruk (menjijikkan).” (QS. Al-A’araf: 157)
2.    Keduanya adalah hewan yang fasiq.
Dari Sa’ad bin Abi Waqqash dia berkata:
أَنَّ النبيَّ أَمَرَ بِقَتْلِ الْوَزَغَ وَسَمَّاهُ فُوَيْسِقًا “Sesungguhnya Nabi -shallallaahu alaihi wa sallam- memerintahkan untuk membunuh cicak, dan beliau menyebutnya sebagai fuwaisiq (binatang jahat).” (HR. Muslim no. 2238)
Dan para sahabat memahami bahwa semua hewan yang dinamakan fasik maka dia haram untuk dimakan. Ibnu Umar berkata, “Siapa yang makan burung gagak? Padahal Rasulullah telah menyebutnya fasiq. Demi Allah, dia bukanlah termasuk makanan yang baik.” Diriwayatkan juga yang semisalnya dari Urwah bin Az-Zubair.
Aisyah -radhiallahu anha- berkata, “Aku sungguh heran terhadap orang-orang yang memakan burung gagak, padahal Rasulullah -alaihishshalatu wassalam- mengizinkan untuk membunuh gagak dan menyebutnya fasiq. Demi Allah, dia bukanlah termasuk makanan yang baik.” Lihat ucapan ketiga sahabat ini dalam Al-Muhalla: 7/404
Maka dari tiga ucapan sahabat ini menunjukkan bahwa semua hewan yang fasik dan yang diperintahkan untuk dibunuh maka dia juga haram untuk dimakan, wallahu a’lam.
3.    Keduanya diperintahkan untuk dibunuh. Nabi -alaihishshalatu wassalam- bersabda:
مَنْ قَتَلَ وَزَغًا فِى أَوَّلِ ضَرْبَةٍ كُتِبَتْ لَهُ مِائَةُ حَسَنَةٍ وَفِى الثَّانِيَةِ دُونَ ذَلِكَ وَفِى الثَّالِثَةِ دُونَ ذَلِكَ “Barangsiapa yang membunuh cicak pada pukulan pertama maka dituliskan untuknya seratus kebaikan, jika dia membunuhnya pada pukulan kedua maka dia mendapatkan pahala kurang dari itu, dan pada pukulan ketiga maka dia mendapatkan pahala kurang dari itu.” (HR. Muslim no. 2240)
Banyak di antara ulama yang menyebutkan sebuah kaidah yang berbunyi: Semua hewan yang boleh dibunuh maka dia haram untuk dimakan, dan hal itu menunjukkan pengharaman, karena perintah untuk membunuhnya -padahal telah ada larangan untuk membunuh hewan-hewan ternak yang boleh dimakan tapi bukan bertujuan untuk dimakan-, menunjukkan kalau dia adalah haram. Kemudian, yang nampak dan yang langsung dipahami bahwa semua hewan yang Rasulullah  izinkan untuk membunuhnya tanpa melalui jalur penyembelihan yang syar’iyah adalah hewan yang haram untuk dimakan. Karena seandainya dia bisa dimanfaatkan dengan dimakan maka beliau pasti  tidak akan mengizinkan untuk membunuhnya, sebagaimana yang jelas terlihat. Lihat Bidayah Al-Mujtahid (1/344) dan Tafsir Asy-Syinqithi (1/273)
Jadi, tokek/cicak adalah hewan yang haram untuk dimakan. Ibnu Abdil Barr berkata dalam At-Tamhid (15/186), “Dan cicak/tokek telah disepakati bahwa dia adalah hewan yang haram dimakan.”
Setelah ini dipahami, maka sungguh Nabi -alaihishshalatu wassalam- telah bersabda: إنَّ الله إِذَا حَرَّمَ عَلَى قَوْمٍ أَكْلَ شَيءٍ حَرَّمَ عَلَيهِمْ ثَمَنَهُ “Sesungguhnya jika Allah mengharamkan suatu kaum untuk memakan sesuatu, maka Dia akan mengharamkan harganya.” (HR. Ahmad: 1/247, 322 dan Abu Dawud no. 3488)
Maksud ‘diharamkan harganya’ adalah termasuk di dalamnya larangan memperjualbelikannya, menyewakannya, dan semua perkara yang menjadikan dia mempunyai harga.
Dari keterangan yang telah lalu juga dipahami bahwa cicak/tokek bukanlah termasuk harta secara syar’i dia diperintahkan untuk dibunuh, seandainya dia adalah harta maka tidak mungkin dia diperintahkan dibunuh karena itu berarti perbuatan membuang harta dengan percuma.  Dan para ulama menyebutkan kaidah yang berbunyi: Semua yang bukan harta maka tidak boleh mengeluarkan harta untuknya.
Kesimpulannya, cicak/tokek haram untuk diperjualbelikan dengan dua alasan: Karena dia haram untuk dimakan dan karena dia bukanlah harta sehingga tidak boleh mengeluarkan harta untuk membelinya.
Adapun membolehkannya dengan alasan akan dijadikan obat sehingga ini termasuk perkara darurat yang bisa menjadikan hal yang haram itu dibolehkan, maka ini adalah dalih yang sangat lemah dengan dua alasan:
1.    Kaidah ‘keadaan darurat menjadikan hal yang haram diperbolehkan’ hanya bisa diterapkan jika tidak ada jalan lain untuk menghilangkan keadaan darurat itu kecuali dengan mengerjakan hal yang haram itu. Tapi kenyataannya, masih ada jalan lain untuk mengobati/menyembuhkan penyakit yang katanya bisa disembuhkan dengan tokek.
2.    Kaidah ini tidak berlaku dalam masalah pengobatan, karena Nabi -alaihishshalatu wassalam- telah menegaskan:
إِنَّ اللهَ لَمْ يَجْعَلْ شِفَاءَكُمْ فِي حَرَامٍ “Sesungguhnya Allah tidak menjadikan obat kalian pada sesuatu yang haram.” (HR. Ibnu Hibban -sebagaimana dalam Al-Mawarid no. 1397 dan Al-Baihaqi (10/5) dari Ummu Salamah)
Dari Abu Ad-Darda` beliau berkata:
إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ أَنْزَلَ الدَّاءَ وَالدَّوَاءَ وَجَعَلَ لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءً فَتَدَاوُوْا وَلاَ تَدَاوُوا بِحَرَامٍ “Sesungguhnya Allah -Azza wa Jalla- menurunkan penyakit dan obat dan Dia menjadikan obat untuk setiap penyakit. Maka berobatlah kalian dan jangan kalian berobat dengan yang haram.” (HR. Abu Daud no. 3874 dan Al-Baihaqi (10/5))
Abu Hurairah juga berkata:
نَهَى رسول الله صلى الله عليه وسلم عَنِ الدَّوَاءِ الْخَبِيْثِ “Rasulullah -alaihishshalatu wassalam- melarang menggunakan obat yang khabits/buruk.” (HR. Abu Daud no. 3870)
Wallahu a’lam bishshawab.

http://al-atsariyyah.com/hukum-jual-beli-tokek.html

Selasa, 17 Maret 2015

(Kisah Yang Menakjubkan Tentang Ikhlash)

ABDULLAH IBNUL MUBARAK DAN BUDAK HITAM

Ibnul Mubarak rahimahullah menceritakan kisahnya: “Saya tiba di Mekkah ketika manusia ditimpa paceklik dan mereka sedang melaksanakan shalat istisqa’ di Al-Masjid Al-Haram. Saya bergabung dengan manusia yang berada di dekat pintu Bani Syaibah. Tiba-tiba muncul seorang budak hitam yang membawa dua potong pakaian yang terbuat dari rami yang salah satunya dia jadikan sebagai sarung dan yang lainnya dia jadikan selendang di pundaknya. Dia mencari tempat yang agak tersembunyi di samping saya. Maka saya mendengarnya berdoa,
 
“Ya Allah, dosa-dosa yang banyak dan perbuatan-perbuatan yang buruk telah membuat wajah hamba-hamba-Mu menjadi suram, dan Engkau telah menahan hujan dari langit sebagai hukuman terhadap hamba-hamba-Mu. Maka aku memohon kepada-Mu wahai Yang pemaaf yang tidak segera menimpakan adzab, wahai Yang hamba-hamba-Nya tidak mengenalnya kecuali kebaikan, berilah mereka hujan sekarang.”
 
Dia terus mengatakan, “Berilah mereka hujan sekarang.”
 
Hingga langit pun penuh dengan awan dan hujan pun datang dari semua tempat. Dia masih duduk di tempatnya sambil terus bertasbih, sementara saya pun tidak mampu menahan air mata. Ketika dia bangkit meninggalkan tempatnya maka saya mengikutinya hingga saya mengetahui di mana tempat tinggalnya. Lalu saya pergi menemui Fudhail bin Iyyadh. Ketika melihat saya maka dia pun bertanya, “Kenapa saya melihat dirimu nampak sangat sedih?” Saya jawab, “Orang lain telah mendahului kita menuju Allah, maka Dia pun mencukupinya, sedangkan kita tidak.” Dia bertanya, “Apa maksudnya?” Maka saya pun menceritakan kejadian yang baru saja saya saksikan. Mendengar cerita saya, Fudhail bin Iyyadh pun terjatuh karena tidak mampu menahan rasa haru. Lalu dia pun berkata, “Celaka engkau wahai Ibnul Mubarak, bawalah saya menemuinya!” Saya jawab, “Waktu tidak cukup lagi, biarlah saya sendiri yang akan mencari berita tentangnya.”
 
Maka keesokan harinya setelah shalat Shubuh saya pun menuju tempat tinggal budak yang saya lihat kemarin. Ternyata di depan pintu rumahnya sudah ada orang tua yang duduk di atas sebuah alas yang digelar. Ketika dia melihat saya maka dia pun langsung mengenali saya dan mengatakan, “Marhaban (selamat datang –pent) wahai Abu Abdirrahman, apa keperluan Anda?” Saya jawab, “Saya membutuhkan seorang budak hitam.” Dia menjawab, “Saya memiliki beberapa budak, silahkan pilih mana yang Anda inginkan dari mereka?” Lalu dia pun berteriak memanggil budak-budaknya. Maka keluarlah seorang budak yang kekar. Tuannya tadi berkata, “Ini budak yang bagus, saya ridha untuk Anda.” Saya jawab, “Ini bukan yang saya butuhkan.”
 
Maka dia memperlihatkan budaknya satu persatu kepada saya hingga keluarlah budak yang saya lihat kemarin. Ketika saya melihatnya maka saya pun tidak kuasa menahan air mata. Tuannya bertanya kepada saya, “Diakah yang Anda inginkan?” Saya jawab, “Ya.” Tuannya berkata lagi, “Dia tidak mungkin dijual.” Saya tanya, “Memangnya kenapa?” Dia menjawab, “Saya mencari berkah dengan keberadaannya di rumah ini, di samping itu dia sama sekali tidak menjadi beban bagi saya.” Saya tanyakan, “Lalu dari mana dia makan?” Dia menjawab, “Dia mendapatkan setengah daniq (satu daniq = sepernam dirham –pent) atau kurang atau lebih dengan berjualan tali, itulah kebutuhan makan sehari-harinya. Kalau dia sedang tidak berjualan, maka pada hari itu dia gulung talinya. Budak-budak yang lain mengabarkan kepadaku bahwa pada malam hari dia tidak tidur kecuali sedikit. Dia pun tidak suka berbaur dengan budak-budak yang lain karena sibuk dengan dirinya. Hatiku pun telah mencintainya.”
 
Maka saya katakan kepada tuannya tersebut, “Saya akan pergi ke tempat Sufyan Ats-Tsaury dan Fudhail bin Iyyadh tanpa terpenuhi kebutuhan saya.” Maka dia menjawab, “Kedatangan Anda kepada saya merupakan perkara yang besar, kalau begitu ambillah sesuai keinginan Anda!” Maka saya pun membelinya dan saya membawanya menuju ke rumah Fudhail bin Iyyadh.
 
Setelah berjalan beberapa saat maka budak itu bertanya kepada saya, “Wahai tuanku!” Saya jawab, “Labbaik.” Dia berkata, “Jangan katakan kepada saya ‘labbaik’ karena seorang budak yang lebih pantas untuk mengatakan hal itu kepada tuannya.” Saya katakan, “Apa keperluanmu wahai orang yang kucintai?” Dia menjawab, “Saya orang yang fisiknya lemah, saya tidak mampu menjadi pelayan. Anda bisa mencari budak yang lain yang bisa melayani keperluan Anda. Bukankah telah ditunjukkan budak yang lebih kekar dibandingkan saya kepada Anda.” Saya jawab, “Allah tidak akan melihatku menjadikanmu sebagai pelayan, tetapi saya akan membelikan rumah dan mencarikan istri untukmu dan justru saya sendiri yang akan menjadi pelayanmu.”
 
Dia pun menangis hingga saya pun bertanya, “Apa yang menyebabkanmu menangis?” Dia menjawab, “Anda tidak akan melakukan semua ini kecuali Anda telah melihat sebagian hubunganku dengan Allah Ta’ala, kalau tidak maka kenapa Anda memilih saya dan bukan budak-budak yang lain?!” Saya jawab, “Engkau tidak perlu tahu hal ini.” Dia pun berkata, “Saya meminta dengan nama Allah agar Anda memberitahukan kepada saya.” Maka saya jawab, “Semua ini saya lakukan karena engkau orang yang terkabul doanya.” Dia berkata kepada saya, “Sesungguhnya saya menilai –insya Allah– Anda adalah orang yang saleh. Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla memiliki hamba-hamba pilihan yang Dia tidak akan menyingkapkan keadaan mereka kecuali kepada hamba-hamba-Nya yang Dia cintai, dan tidak akan menampakkan mereka kecuali kepada hamba yang Dia ridhai.” Kemudian dia berkata lagi, “Bisakah Anda menunggu saya sebentar, karena masih ada beberapa rakaat shalat yang belum saya selesaikan tadi malam?” Saya jawab, “Rumah Fudhail bin Iyyadh sudah dekat.” Dia menjawab, “Tidak, di sini lebih saya sukai, lagi pula urusan Allah Azza wa Jalla tidak boleh ditunda-tunda.” Maka dia pun masuk ke masjid melalui pintu halaman depan.
 
Dia terus mengerjakan shalat hingga selesai apa yang dia inginkan.
Setelah itu dia menoleh kepada saya seraya berkata, “Wahai Aba Abdirrahman, apakah Anda memiliki keperluan?” Saya jawab, “Kenapa engkau bertanya demikian?” Dia menjawab, “Karena saya ingin pergi jauh.” Saya bertanya, “Ke mana?” Dia menjawab, “Ke akherat.” Maka saya katakan, “Jangan engkau lakukan, biarkanlah saya merasa senang dengan keberadaanmu!” Dia menjawab, “Hanyalah kehidupan ini terasa indah ketika hubungan antara saya dengan Allah Ta’ala tidak diketahui oleh seorang pun. Adapun setelah Anda mengetahuinya, maka orang lain akan ikut mengetahuinya juga, sehingga saya merasa tidak butuh lagi dengan semua yang Anda tawarkan tadi.”  

Kemudian dia tersungkur sujud seraya berdoa, “Ya Allah, cabutlah nyawaku agar aku segera bertemu dengan-Mu sekarang juga!” Maka saya pun mendekatinya, ternyata dia sudah meninggal dunia. Maka demi Allah, tidaklah saya mengingatnya kecuali saya merasakan kesedihan yang mendalam dan dunia ini tidak ada artinya lagi bagi saya.”
 
(Al-Muntazham Fii Taarikhil Umam, karya Ibnul Jauzy, 8/223-225)
Sumber artikel: http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=140725
Diterjemahkan oleh: Abu Almass bin Jaman Al-Ausathy
17 Rabi’ul Awwal 1435 H
Daarul Hadits – Ma’bar – Yaman

Catatan : Kisah ini Juga disebutkan dalam Shifatush Shafwah Karya Beliau (Imam Ibnul Jauzy)